Jumat, 07 Oktober 2011

Prinsip refrigerasi

Prinsip refrigerasi
Untuk memperoleh efek refrigerasi diperlukan sebuah sistem refrigerasi, hingga kini dikenal dua sistem refrigerasi yaitu : sistem absorbsi dan sistem kompresi gas. Sistem absorbsi mempunyai efisiensi rendah sedangkan sistem kompresi gas mempunyai efisiensi tinggi. Oleh karena itu  sistem kompresi gas lebih banyak pemakainya.

Sistem absorbsi menyerap uap tekanan rendah dari evaporator ke dalam zat cair penguap (absorbing liquid) yang cocok untuk absorber. Pada komponen ini terjadi perubahan fasa dari uap menjadi cair, karena proses ini sama dengan kondensasi, maka selama proses berlangsung terjadi pelepasan kalor. Tahap berikutnya adalah menaikkan tekanan zat cair tersebut dengan pompa dan membebaskan uap dari zat cair penyerap dengan pemberian kalor. Pada sistem kompresi uap, siklus yang terjadi dioperasikan oleh kerja (work – operated cycle) karena kenaikan tekanan refrigerant pada saluran discharge dilakukan oleh kompresor, sedangkan pada system absorbsi, siklusnya dioperasikan oleh kalor (heat – operated cycle) karena hamper sebagian besar berkaitan dengan pemberian kalor untuk melepaskan uap refrigerant dari zat cair yang bertekanan tinggi. Sebenarnya pada system ini juga membutuhkan kerja atau usaha untuk menggerakkan pompa namun relative lebih kecil dibandingkan dengan sistem kompresi uap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar